ENGLISH TEACHING METHOD

The concept of approaches, methods and techniques may make us get confused. As an English teacher or English student the knowledge of these concepts are very important so that we can equip ourselves as a teacher to organize our classroom practices. Teacher as an individual who is put in the classroom situation and is expected to play certain set of roles. In the classroom activities where teacher interact with his students, teacher performs a number of related activities. These activities are the component elements of the teacher’s overall behavior in the classroom. In other words, the teacher’s behavior in the classroom consists of component acts each of which can be of two kinds. (1). a disorganized and haphazard set of acts without essential and well intended relatedness among the component acts, (2). an organized, sequential and fully related set of acts each of which is intended to serve some specified purpose. These component units of the teacher’s behavior in the classroom is called techniques.

Teacher behaves in the classroom and organizes the teaching activities in accordance to a set of proximate principles which are either the teacher’s own mental construct or are based on recommendations by experts. These proximate principles or guidelines are called methods. These proximate guidelines are directly linked to two factors. (1). The teacher’s own understanding of an insights into the nature or language, the child and of classroom practices themselves, (2). Theories which are directly intended to highlight classroom practices in general language teaching in particular. These comparatively remote principles and theories which on the one hand highlight the language behavior in the classroom, and on the other indirectly control the teacher’s classroom performance are known as approaches. The approaches further are determined by the theories on language which may psychological theories or linguistic theories.

In more detail, according to Anthony (1963:63-7)

1. An Approach is a set of correlative assumptions dealing with the nature of language teaching and learning. An approach is axiomatic. It describes the nature of the subject matter to be taught.

2. Method is an overall plan for the orderly presentation of language material, no part of which contradicts, and all of which is based upon, the selected approach. an approach is axiomatic, a method is procedural. Within one approach, there can be many methods.

3. A technique is implementational, that which actually takes palace in a classroom. It is a particular trick, strategem, or contrivance used to accomplish an immediate objective. Technique must be consistent with a method and therefore in harmony with an approach as well.

ARTIKEL DI DEPRISMA

MEMILIH METODE MENGAJAR

“ Modern teaching is no longer just chalk  and talk “ (Metode pengajaran modern tidak lagi hanya sekedar kapur dan berbicara saja). Demikian ungkapan seorang penggagas metode pengajaran modern. Pendapat ini sangat berkebalikan dengan metode pengajaran kuno yang didomnasi dengan ceramah, pemberian contoh-contoh dan menjawab pertanyaan (Teacher centered).

Berbicara tentang metode pengajaran, maka  yang dimaksudkan adalah  jawaban atas  pertanyaan  : “ Apa tujuan  sebuah pendidikan atau pengajaran yang hendak dicapai ? “  dan  “ Apa cara yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut ? “. Jawaban dari kedua pertanyaan ini haruslah menjadi concern bagi setiap dosen dalam memilih metode dan tekhnik dalam proses penyampaian bahan kuliah kepada mahasiswa. Setiap dosen tentunya telah membuat SAP sebagai pedoman pengajaran, sehingga dengan membaca TIU dan TIK dalam SAP tersebut  dia dengan cerdas dapat menentukan metode apa yang paling efektif untuk diterapkan.

Saat ini masih banyak dijumpai  dosen yang gemar menerapkan metode pengajaran ‘kuno’, mereka enggan beralih ke metode-metode pengajaran baru dan modern yang kreatif, inovatif dan memotivasi. Hal ini kadang-kadang dapat dmenegerti bahwa metode pengajaran modern membutuhkan alat atau media pengajaran yang canggih, oleh  karena itu tidak semua dosen mampu untuk beradaptasi dengan metode baru tersebut.

Dengan latar belakang pendidikan yang mereka telah lalui dan fasilitas pembelajaran yang  tersedia,  sudah seharusnya semua dosen khususnya  di DCC Bandar Lampung dapat menerapkan metode atau system pengajaran yang baru dan modern. Sebagai perguruan tinggi bidang IT, sudah sewajarnya pula semua dosen dapat memanfaatkan   tekhnologi ini seluas-luasnya guna tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal.

Sejak beberapa tahun yang lalu AMIK dan ABA DCC Bandar Lampung telah merintis penerapan system atau metode pembelajaran dengan memanfaatkan  teknologi informasi yang dikenal dengan E-learning. Berbagai infrastruktur telah dibangun antara lain ; ruang kelas multimedia,  (selain full AC, ruang kelas telah dilengkapi dengan LCD proyektor, audio system, PC yang  terhubung dengan internet melalui jaringan tanpa kabel, dan alat pendukung lainnya), server , dan jaringan internet (hot spot area), serta software penunjang pembelajaran yang integrated dan interaktif. Selain penyediaan infrastruktur, tentunya telah dilaksanakan berbagai pelatihan bagi dosen dan tenaga teknisi dengan harapan agar system ini dapat dengan tepat diterapkan sehingga pencapaian proses pembelajaran atau perkuliahan akan optimal. Selain dosen, mahasiswa tentuya juga dituntut  familiar dengan E-learning, Karena mereka juga sekaligus sebagai pengguna dari system ini. Bila diperlukan, mahasiswa terlebih dahulu harus diberikan tutorial dan training yang memadai agar mereka terbiasa dan mahir sehingga proses perkuliahan akan berjalan dengan lancar.

Banyak sekali keuntungan yang diperoleh dengan penerapan metode pengajaran dengan  E-learning ini, antara lain :

1. Paperless, proses pembelajaran dengan E-learning hampir tidak menggunakan kertas. Sumber pelajaran (resources) telah tersedia  dalam bentuk soft copy yang tersimpan pada server, komputer dosen atau pada komputer mahasiswa.

2. Kaya akan sumber pelajaran (abundant of resources), guna memperkaya sumber bahan perkuliahan atau referensi baik dosen atau mahasiswa dapat dengan mudah mendapatkannya pada laman-laman sejenis. Mahasiswa dapat mengulangi sendiri proses perkuliahan yang telah direkam dan tersimpan pada system dalam bentuk video. Apabila telah terjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lain dengan system yang sama, maka mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan melalui alive video streaming atau dalam bentuk rekaman/file.

3. Efektif dan efisien, pertemuan tatap muka dengan dosen dapat digunakan sepenuhnya untuk berdiskusi dan berbagi atau pemecahan masalah (problem solving). Tidak ada waktu untuk menuliskan materi perkuliahan pada papan tulis atau mahasiswa menyalin bahan perkuliahan dari papan tulis. Tugas-tugas dapat dikerjakan atau dikumpulkan dalam bentuk softcopy dan dikirimkan kepada dosen melalui E-mail, newsgroup, facebook, website interaktif  dan software E-learning yang integrated. Demikian juga sebaliknya dosen dapat mengirim tugas atau bahan perkuliahan langsung ke mahasiswa melalui internet (e-mail, newsgroup, facebook, web atau system).

4. Menarik dan tidak membosankan, bahan perkuliahan dapat ditampilkan dalam bentuk multimedia, animasi, simulasi dan demonstrasi. Banyak sekali software yang dapat digunakan untuk membuat penyajian yang menarik, seperti : power point, Adobe reader/maker, windows movie maker, swish max, 3D Max, dan lain-lain.

5. Double effect, selain sebagai alat atau media belajar, implementasi E-learning juga membantu mahasiswa agar senantiasa menggunakan komputer terus-menerus, dengan demikian mereka akan semakin mahir menggunakan komputer dengan berbagai software.

6. Bahan pelajaran dapat digunakan berulang-ulang, sekali dosen memproduksi bahan pelajaran, maka ia dapat menggunakannya terus-menerus. Revisi hanya dibutuhkan untuk pengayaan materi, perbaikan penampilan, dan dinamisasi aktifitas mahasiswa pada saat perkuliahan dalam kelas.

Idealnya sebuah proses pembelajaran yang menerapkan system E-learning membutuhkan antara lain :

1. Ruang kelas multimedia (LCD Proyektor, smart whiteboard, sound system, dan sambungan internet/LAN), nyaman dan menggunakan pendingin ruangan (AC).

2. Jaringan internet yang reliable (handal) dengan bandwith memadai sehingga dapat digunakan bersama-sama tanpa gangguan kecepatan pengiriman data.

3. Server yang dapat menampung seluruh bahan ajar, tugas-tugas mahasiswa, mudah diakses, dan terkoneksi dengan jaringan global maupun local area network (LAN).

4. Public computer atau personal laptop, setiap mahasiswa dipastikan dapat mengakses semua bahan perkuliahan baik melalui  komputer yang disediakan dikampus atau idealnya mereka memiliki laptop sendiri-sendiri.

5. Software (System E-learning) yang integrated dan interaktif, software E-learning berupa sebuah system dengan menu-menu yang berisi mulai dari nama mata kuliah, SAP, materi pembelajaran, bahan evaluasi, feedback, dan lain sebagainya, yaitu berupa sebuah program yang menampilkan menu-menu kebutuhan suatu proses perkuliahan/pembelajaran.

E-learning sudah seharusnya diterapkan di AMIK dan ABA DCC Bandar Lampung, karena hampir semua faktor pendukungnya telah tersedia. Kendala terbesar yang dihadapi dalam penerepan E-learning ni adalah kesiapan para dosen, karena tidak semua dosen berlatar belakang IT, sebagian dosen mempunyai akses internet terbatas, belum semua dosen mau bekerja keras untuk menerapkan system ini, karena belum berhubungan langung dengan insentif atau priviliege, dan tidak semua dosen dengan lapang dada beralih ke metode baru ini, karena mereka  masih nyaman dengan metode yang lama. Namun sesuai dengan kebijakan lembaga,  pada tahun-tahun mendatang penerapan system E-learning terus ditingkatkan hingga mencapai seratus persen pada tahun 2011. (Semoga, Amin).

PERKULIAHAN “TEKNIK PRESENTASI”

Teknik Presentasi adalah salah satu elemen dalam Desain Komunikasi Visual khususnya dalam bidang multimedia.  Teknik Presentasi dan mMedia Interaktif adalah cara seseorang menyajikan penjelasan terhadap data, uraian proses, maupun pembelajaran, baik disajikan di muka audience dengan bantuan alat peraga berupa slide show, program aplikasi yang menyajikan informasi interaktif yang dapat diakses secara personal, maupun presentasi dalam bentuk cetakan yang dibagikan kepada semua penerima informasi. Menyajikan presentasi secara elektronik dapat digunakan dengan berbagai macam sarana, misalnya dengan media Animasi 3D (3D Max, Maya, dan sebagainya), dengan media Video Movie (Pinnacle/ Ulead/Premiere, movie maker), Animasi 2 dimensi (Flash/Director), maupun media interaktif menggunakan Authorware. Yang paling sederhana dari semuanya itu adalah menggunakan Slide Show yang dibuat dengan Microsoft PowerPoint. Dengan PowerPoint pun  kita dapat menganimasikan teks, menyisipkan foto, video, animasi, serta suara.

Presentasi Dengan Bantuan  Slide Show

Agar topik bahasan lebih terfokus, dalam ini hanya akan membahas teknik melakukan persiapan suatu presentasi melalui slide show dengan bantuan program Microsoft Office PowerPoint. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai sarana pembelajaran bagi yang belum mengenal cara penggunaan PowerPoint secara umum, namun lebih ditekankan untuk memberikan panduan lebih terarah pada bagaimana mempersiapkan materi presentasi, teknik penyajian dalam bentuk slide show, serta beberapa saran teknis mempersiapkan slide show dengan fasilitas yang ada pada PowerPoint agar diperoleh hasil yang maksimal. Di dalam tulisan ini dipergunakan PowerPoint 2007. Namun demikian, bagi Anda yang bekerja menggunakan PowerPoint 2003 dan XP tetap dapat memanfaatkan informasi pada sumber ini dengan beberapa penyesuaian. Bagi pengguna PowerPoint 2007, beberapa penyesuaian penggunaan fasilitas program,

Presenter, Penyaji dan Penyampai Informasi

Tidak semua orang mampu menyusun suatu paparan sehingga mudah diterima oleh pihak lain sekalipun orang tersebut sebenarnya sangat menguasai permasalahan yang akan dipresentasikan. Di Amerika sering dilakukan survey yang hasilnya dimuat di majalah-majalah yang menyatakan bahwa ketakutan nomor satu•) dari kebanyakan orang Amerika (dan ternyata juga merupakan tendensi kebanyakan orang di seluruh dunia) adalah ketika dia diminta untuk menjelaskan sesuatu di muka orang banyak (publik speaking). Cara yang efektif untuk mengurangi bahkan menghapus ketakutan tersebut ialah dengan mempelajari bagaimana teknik menyusun presentasi dengan baik sehingga bukan ketakutan lagi, melainkan kebanggaan ketika seseorang tampil di muka publik maupun di muka client dengan bahan presentasi yang bagus.

Materi Presentasi

Materi yang akan dipresentasikan sebenarnya merupakan bobot yang paling menentukan, walaupun tidak semua orang pernah mengalami atau terdampar pada suatu situasi yang mau tidak mau harus ia hadapi seperti kedua contoh berikut ini. Jika materi presentasi yang akan dipaparkan di depan audience adalah masalah yang gawat. Seorang yang bertugas sebagai juru bicara harus menjelaskan shcema kebijaksanaan pembangunan jalan raya yang sangat vital, di mana harus dilakukan pembebasan tanah warga dengan pembayaran ganti rugi yang nilainya jauh di bawah keinginan warga. Warga sangat geram mendengar rencana ini. Presentasi ini diprediksi akan dihadiri oleh puluhan warga yang dalam keadaan emosi. Contoh yang kedua adalah materi presentasi pelatihan pembekalan yang akan diberikan kepada karyawan sehubungan dengan kenaikan jabatannya. Wah, jelas bedanya seperti api dan air. Mudah-mudahan pembaca hanya akan menerima tugas untuk menyampaikan materi jenis yang kedua saja, atau setidaknya yang berada di antara kedua contoh di atas. Kalau Anda seorang pengajar atau dosen yang akan menyusun presentasi bahan pelajaran, mestinya unsur materi dalam presentasi ini bukan menjadi masalah yang perlu dibahas lebih jauh lagi.

DCC TERIMA BSM SMME AWARD 2008

MENERIMA PIAGAM DAN TOPI DARI DEPUTI GUBERNUR BI

MENERIMA PIAGAM DAN TOPI DARI DEPUTI GUBERNUR BI

Yayasan Dian Cipta Cendikia (DCC) dinobatkan sebagai UMKM terbaik versi Bank Syariah Mandiri untuk kategori usaha menengah untuk sektor riil. Pemilihan UMKM versi BSM ini dilaksanakan sebagai agenda tahunan sehubungan dengan hari jadi ke-9 bank tersebut. UMKM terbaik dipilih dari lebih dari 56 ribu nasabah UMKM BSM seluruh Indonesia. Masing-masing kantor cabang mengirimkan berkas para nominator untuk delapan kategori. Puncak pemilihannya yaitu berupa interview kepada pengurus yayasan, dalam hal ini diwakili oleh Bapak Drs. Gunadi Rusydi, M.Kom diadakan pada tanggal 26 November 2008 bertempat di kantor pusat BSM jalan HM Thamrin Jakarta Pusat. Dan Alhamdulillah Yayasan DCC terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan. Adapun kriteria yang ditentukan oleh pihak BSM antara lain ; kepatuhan dan ketaatan terhadap perjanjian kerjasama dengan pihak BSM menyangkut fasilitas pembiayaan yang diberikan, pertumbuhan, profit dan intensitas kegiatan perbankan (keaktifan rekening, kerjasama dan lain-lain).

Malam penganugrahan penghargaan dilaksanakan di Auditoriumm Kantor pusat BSM dengan dihadiri seluruh jajaran direksi, komisaris dan perwakilan dari Bank Indonesia serta tamu undangan yang antara lain dari  Bank Syariah lain.

MUdah-mudahan penghargaan ini menjadi motivasi bagi Yayasan DCC untuk berbuat lebih baik lagi khususnya dalam tata kelola laporan keuangan, pengelolaan keuangan, kapatuhan pembayaran pajak, efisiensi, peningkatan intensitas kerja sama dan lain-lain. Terimakasih banya kami ucapkan kepada pihak BSM cabang Lampung khususnya Mas Tri, Pak Imat dan Kepala KCP Bapak MA Suharto yang saat ini sedang melaksanakan ibadah haji. Wassalam.

Humor Hari ini

Jika Anda merasa gaptek soal komputer, jangan kuatir.
Bukan Anda saja
yang merasa demikian. Jim Cartlon, seorang jurnalis
Wall Street Journal,
baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen
komputer Amerika. Dan
ternyata keluhan mereka jauh lebih “idiot” daripada
yang kita kira.
Berikut petikan keluhan2 konsumen yang super konyol &
“super
moron” itu :

1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah
perintah “Press ANY
Key” menjadi “Press ENTER Key” dikarenakan banyaknya
telefon
yang menanyakan letak tombol “ANY” di keyboard.

2. AST Technical Support menerima laporan konsumen
karena kesulitan menggunakan
mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka
menemukan mouse tersebut tidak bisa
digunakan… karena masih terbungkus rapi di dalam
plastiknya. Penggunanya
(seorang wanita) punya phobia (ketakutan) pada mouse
(tikus) sehingga tidak
berani mengeluarkannya dari dalam plastik.

3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran
besar, Teknisi Compaq pernah
menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak
terbaca oleh drive-disk
komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu
sebelumnya memasukkan
disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang
tertempel di disket itu.

4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang
mengatakan disket mereka terkena
virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta
orang itu mengirimkan kopi
disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa
hari kemudian, petugas
AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut.

5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak
dapat mengirimkan fax via
komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat
telepon, petugas DELL
menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via
komputer dengan cara
menempelkan kertas yang akan di fax di depan monitor.

6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard
yang digunakannya sudah
tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya
caranya membersihkan
keyboard, dia menjelaskan, “Saya mencuci dan menggosok
semua bagian
keyboard dengan sabun, lalu membilasnya dengan air,
dan menjemurnya. “

7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa
menyalakan komputer yang
baru dibelinya. “Semua sudah terpasang dengan baik.
Tapi setiap kali saya
tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa.” Setelah
diselidiki ternyata
“pedal kaki” yang dimaksud orang itu adalah : mouse.

8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena
komputer barunya tidak nyala.
Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar,
dan ketika dia menunggu
selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada
komputernya. Ketika teknisi DELL
menanyakan apakah “power switch” sudah dinyalakan, dia
balik
bertanya, “Power switch apa?”

9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell
NetWare
dengan seorang
konsumen :

Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?

Novell : Ya, bisa dibantu?

Penelepon : Tatakan gelas di PC saya patah. Apa
mungkin saya bisa menggantinya?

Novell : Tatakan gelas ? Apakah itu hadiah saat Anda
membeli komputer?

Penelepon : Tidak. Tatakan gelas ini sudah ada di
komputer saya. Dan ketika
saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu
patah. Yang saya ketahui, di
bagian depan tatakan itu ada tulisan “CD-ROM, 16X”.

(Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan
telepon dan tertawa
terpingkal-pingkal. ..)

MENJALIN KOMUNIKASI DENGAN DOSEN PA

Kuliah sudah mulai aktif kembali, oleh karena itu kita harus mulai mengoptimalkan semua potensi dan aktifitas yang dapat kita lakukan agar tujuan perkuliahan ini dapat tercapai dengan maksimal. Nah untuk dosen PA coba deh dibaca tugas dan tanggungjawabnya. Bagi mahasiswa baca dan kerjakan tugas yang telah diberikan. Coba ikuti quiz yang ada di blog/website ini siapa tahu anda yang beruntung, bisa deh dapat makan gratis !

Wassalam,

Gunadi Rusydi

Humor Hari ini

PAk Direktur yang suka humor

Pak Direktur yang suka humor

Ujian Untuk Menantu

Punya 3 menantu dari ke-3 putrinya yang cantik-cantik, sang ibu mertua ingin tahu apakah ketiga menantunya itu sayang kepada mertuanya atau cuma putrinya doang. Dia lalu memutuskan menguji mereka secara bergantian.

Suatu hari dia mengajak menantu pertama naik perahu motor ke tengah laut. Di sana dia sengaja menjatuhkan dirinya dari perahu dan terlempar ke dalam air laut. Sang menantu tanpa pikir panjang langsung terjun menyelamatkan ibu mertuanya.

Besoknya ketika keluar rumah, sang menantu pertama melihat mobil Nissan Livina terparkir di depan rumah, dan secarik kertas tertempel bertulisan “Dari ibu mertuamu”.

Giliran menantu ke-2 yang diajak ke tengah laut. Sekali lagi sang mertua pura-pura terjatuh dan terlempar keluar perahu. Menantu kedua ini melupakan pakaian dan dompetnya, langsung terjun demi menyelamatkan mertua tercinta.

Besoknya di depan rumah menantu ke-2 terparkir Toyota Alphard, disertai kertas bertuliskan “Dari ibu mertuamu”

Ketika giliran menantu ke-3 diajak ke tengah laut, sang mertua kembali melakukan gerakan terjun bebas.

Tapi apes, kali ini sang menantu malah berkecak pinggang memandangi ibu mertuanya yang megap-megap di dalam air. Sempat-sempatnya dia berkata, “Rasain loe!”, sambil berputar membawa perahunya ke darat.

Besok harinya ketika menantu ini keluar rumah, di depan rumahnya terparkir Mercedes Benz E-Class beserta kertas bertulisakan, “Dari ayah mertuamu”

(Dicopy dan paste dari ” Ketawa.com”

Final Exam

FINAL EXAMINATION

S u b j e c t : Personality Development

T i m e : 90 Minutes

Lecturer : Drs. Gunadi Rusydi, M. Kom.

Jawablah pertanyaan-pertanyaa di bawah ini disertai dengan opini, analisa dan contoh ! Penilaian diberikan berdasarkan kedalamn penjelasan, opini, analisa dan contoh-contoh yang diberikan !

1. Jelaskan apa yang saudara fahami tentang perkuliahan personality development ?

2. Asfek-asfek apakah yang dapat dikembangkan melalui perkuliahan ini ?

3. Jelaskan hal-hal yang saudara ketahui tentang kepemimpinan ?

4. Jelaskan hal-hal yang saudara ketahui tentang komunikasi yang baik ?

5. Sebutkan 10 tips untuk meningkatkan kualitas kepribadian kita ?

Selamat Mengerjakan, sukses selalu !

Catatan :

Jawaban dikirim dengan e-mail ke : gundcc@yahoo.com

Materi Perkuliahan

Bahan Perkuliahan untuk kelas D-3 BI Kampus Cut Nyak Dien, Senin, 28 Juli 2008

HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE

Fundamental Techniques in Handling People

  1. Don't criticize, condemn or complain.
  2. Give honest and sincere appreciation.
  3. Arouse in the other person an eager want.

Six ways to make people like you

  1. Become genuinely interested in other people.
  2. Smile.
  3. Remember that a person's name is to that person the sweetest and most important sound in any language.
  4. Be a good listener. Encourage others to talk about themselves.
  5. Talk in terms of the other person's interests.
  6. Make the other person feel important - and do it sincerely.

Win people to your way of thinking

  1. The only way to get the best of an argument is to avoid it.
  2. Show respect for the other person's opinions. Never say, "You're wrong."
  3. If you are wrong, admit it quickly and emphatically.
  4. Begin in a friendly way.
  5. Get the other person saying "yes, yes" immediately.
  6. Let the other person do a great deal of the talking.
  7. Let the other person feel that the idea is his or hers.
  8. Try honestly to see things from the other person's point of view.
  9. Be sympathetic with the other person's ideas and desires.
  10. Appeal to the nobler motives.
  11. Dramatize your ideas.
  12. Throw down a challenge.

Be a Leader: How to Change People Without Giving Offense or Arousing Resentment

A leader’s job often includes changing your people’s attitudes and behavior. Some suggestions to accomplish this:

  1. Begin with praise and honest appreciation.
  2. Call attention to people's mistakes indirectly.
  3. Talk about your own mistakes before criticizing the other person.
  4. Ask questions instead of giving direct orders.
  5. Let the other person save face.
  6. Praise the slightest improvement and praise every improvement. Be "hearty in your approbation and lavish in your praise."
  7. Give the other person a fine reputation to live up to.
  8. Use encouragement. Make the fault seem easy to correct.
  9. Make the other person happy about doing the thing you suggest.

Tugas – tugas (dikerjakan berkelompok) :

  1. Terjemahkan materi diatas kedalam bahasa Indonesia.
  2. Diskusikan materi tersebut dan buat contoh-contohnya.
  3. Buat kesimpulan dari hasil diskusi kelompok tersebut.
  4. Ketik hasil diskusi tersebut dan dikumpulkan paling lambat Senin depan.

Selamat Mengerjakan !

My Lecture

KEPEMIMPINAN SEJATI

Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.

Hal ini dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan Udara Amerika Serikat:

”I don’t think you have to be wearing stars on your shoulders or a title to be a leader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time.”

General Ronal Fogleman, US Air Force

Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).

Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab:

As for the best leaders, the people do not notice their existence. The next best, the people honour And praise. The next, the people fear, And the next the people hate. When the best leader’s work is done, The people say, ‘we did it ourselves’.

Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.

Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).

Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka.
Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.

Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.

KARAKTER SEORANG PEMIMPIN SEJATI


Setiap kita memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. Dalam tulisan ini diperkenalkan sebuah jenis kepemimpinan yang disebut dengan Q Leader.

Kepemimpinan Q dalam hal ini memiliki empat makna. Pertama, Q berarti kecerdasan atau intelligence (seperti dalam IQ – Kecerdasan Intelektual, EQ – Kecerdasan Emosional, dan SQ – Kecerdasan Spiritual). Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ—EQ—SQ yang cukup tinggi. Kedua, Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial. Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca ‘chi’ – bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan). Makna Q keempat adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-nya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management).

Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence – quality – qi — qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.

Rangkuman kepemimpinan Q dalam tiga aspek penting dan saya singkat menjadi 3C , yaitu:

1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change)

2. Visi yang jelas (clear vision)

3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence)

Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).
Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell: ”The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.